Waspada! Narkoba kini ada di Makananmu!

IMG-20170404-WA0000

YUMMI #1

Yuk Membaca & Menulis!

 

Kamu suka makan?

Waspadalah ‼

Narkoba kini ada di makananmu~

 

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat mewaspadai metamorfosis atau perubahan bentuk narkoba yang sengaja didesain produsennya untuk mengelabui aparat keamanan.

Di Indonesia sendiri narkoba bukanlah hal yang asing untuk didengar, bahkan lebih parahnya lagi jumlah dari pengguna narkoba di Indonesia selalu bertambah dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang didapat dari Kepala BNN pada akhir tahun 2015, pengguna narkoba meningkat secara signifikan dalam periode Juni hingga November 2015 sebesar 1,7 juta jiwa. Di bulan Juni 2015 angka pengguna sebesar 4.2 juta dan di bulan November 2015 sebesar 5,9 juta.

Jika dulu narkoba berbentuk pil, bubuk heroin, atau lintingan ganja, maka sekarang menjelma menjadi aneka rupa yang tidak mudah teridentifikasi oleh siapapun.

Dikutip dari siaran pers yang diterima di Khofifah mengatakan kini beredar narkoba yang dicampur dengan makanan bahkan jajanan anak. Belum lama ini beredar permen dot di Surabaya yang disinyalir mengandung narkoba. Sebelumnya juga beredar kue kering bercampur ganja di Bandung dan Jakarta.

Pengedar narkoba semakin pintar mengemas barang dagangannya. Penyusupan narkoba ke dalam makanan dan jajanan anak merupakan salah satu bentuk metamorfosis narkoba saat ini. Ibu Khofifah selaku menteri sosial menerangkan, dengan mencampur narkotika ke dalam makanan maka akan sulit terdeteksi secara kasat mata. Polisi perlu melakukan uji klinis laboratorium untuk memastikan apakah makanan tersebut mengandung narkoba atau tidak.

Oleh karena itu, dihimbau kepada orang tua agar senantiasa mengingatkan anak-anaknya yang masih duduk di bangku TK dan SD untuk tidak jajan sembarangan dan sebagai bentuk dari pencegahan terjadinya perluasan pengguna narkoba di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak dibawah umur, kita semua harus mewaspadai keadaan ini dengan cermat! Kita semua harus peduli dan tidak boleh cuek terhadap fenomena metamorfosis narkoba ini, agar nantinya hal-hal yang dapat membuat citra bangsa ini menjadi buruk tidaklah terjadi.

Terlebih lagi sindikat narkoba saat ini juga memanfaatkan anak-anak sebagai pengedar dengan pertimbangan selain memperkecil kecurigaan polisi juga hukuman yang dikenakan kepada pelaku anak-anak hanya setengah dari orang dewasa.

Berikut ini adalah tips dari Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Besar bapak Slamet :

Untuk menghindari makanan yang mengandung narkoba ada dua poin, yakni soal harga yang mahal ketika makanan tersebut mengandung narkoba dan efek seusai memakan makanan tersebut.

Efek yang terjadi jika telah termakan oleh kita adalah :

  1. jika menggunakan narkoba jenis ganja, maka efek yang muncul adalah jadi lebih tenang dan rileks. Hal itu disebabkan ganja mengandung zat halusinogen yang membuat orang yang mengkonsumsinya jadi mudah berhalusinasi
  2. Jika diisi dengan narkoba jenis sabu, maka efek bagi orang yang memakan adalah jadi lebih hiperaktif. Salah satu dampak dari hiperaktif ini adalah jadi susah tidur.

 

Namun apabila orang yang baru  memakan sekali makanan yang mengandung narkoba belum dapat menjadi seorang yang kecanduan narkoba. Ketergantungan akan narkoba baru muncul setelah makanan tersebut dikonsumsi berkali-kali dalam waktu singkat.

 

Nah, sudah tau kan?

Untuk itu berhati-hatilah dalam mengkonsumi makanan.

Semoga bermanfaat

Ditulis oleh :

Ratih Choirunnisa

 

Sumber :

– kurio.co.id

– liputan6.com

– kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *