Satu Langkah Maju Untuk Masyarakat

Perjalanan mudik sudah menjadi tradisi yang sangat melekat pada masyarakat Indonesia, karena sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam. Mudik atau lebih dikenal pulang kampung merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilakukan pada saat mendekati hari raya idul fitri, karena sebagian besar masyarakat yang berada di kota-kota besar seperti Jakarta adalah orang orang perantau yang mengadu nasib di sana sehingga pada saat hari raya tiba, meraka akan berbondong-bondong untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing untuk berkumpul bersama keluarga. Transportasi yang digunakan oleh masyarakat pun berbeda-beda, ada yang memilih menggunakan transportasi darat seperti bis, kereta, mobil pribadi, bahkan ada juga yang menggunakan sepeda motor untuk sampai ke kampung halaman. Selain transportasi darat, transportasi udara dan laut pun bisa menjadi pilihan. Memang membutuhkan biaya yang lebih mahal, namun transportasi udara seperti pesawat akan lebih cepat sampai dibandingkan transportasi darat.

Kecelakaan merupakan hal yang harus diwaspadai masyarakat

Tetapi dari tahun ke tahun angka kecelakaan pada saat mudik lebaran masih sangat tinggi meskipun sudah mengalami penurunan. Berdasarkan data dari kementrian perhubungan evaluasi penyelenggaraan angkutan umum pada tahun 2014 dan 2015, tercatat pada tahun 2014 terjadi sebanyak 3.888 kecelakaan angkutan jalan dan pada tahun 2015 menurun menjadi 3.049 kecelakaan. Sedangkan jumlah korban meninggal pada tahun 2014 sebanyak 714 korban jiwa dan pada tahun 2015 sebanyak 657 korban jiwa atau menurun 7,98%. Hal ini disebabkan dari beberapa faktor penyebab, mulai dari kendaraan yang tidak layak untuk beroperasi, jalanan yang rusak, pengemudi yang mengantuk, dan masih banyak penyebab penyebab lainnya. Selain kecelakaan, kemacatan yang terjadi saat perjalanan pun merupakan salah satu masalah yang harus diatasi oleh pemerintah. Untuk menghindari semua itu, pemerintah melakukan persiapan yang lebih detail untuk menghadapi musim mudik pada tahun ini.

Langkah konkret Pemerintah dalam mengurangi tingkat kecelakaan

Untuk meminimalisir angka kecelakaan pada mudik tahun ini, langkah yang diambil oleh pemerintah yaitu melakukan beberapa persiapan seperti melakukan ramcheck secara menyeluruh pada  seluruh moda transportasi karena target yang akan dicapai pada mudik tahun ini adalah zero accident atau tanpa kecelakaan, transportasi yang tidak layak jalan akan dilarang untuk beroperasi. Hal itu disampaikan oleh Bapak Menteri Perhubungan pada saat inspeksi mendadak (sidak) operasi lebaran di Stasiun Kereta Api Malang Kota Baru Jawa Timur. “Terdapat 1.000 bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) itu di Jakarta saja yang diperiksa, ada 529 pesawat dan sekitar lima hingga 10 diantaranya tidak layak jalan dan pemeriksaan ini pun  belum selesai”.

Moda transportasi kurang layak itu baru bisa digunakan kembali setelah dilakukan perbaikan dan harus melalui pengecekan otoritas yang berwajib. Selain memeriksa kelayakan moda transportasi, kementrian perhubungan juga memeriksa fasilitas dan sarana transportasi yang sudah ada. Kemenhub memprediksi puncak arus mudik tahun ini terjadi pada H-3 dan puncak arus balik pada H+10 Lebaran. Selain mengecek seluruh kendaraan umum yang akan beroperasi, Kementrian Perhubungan yang bekerjasama dengan Jasa Marga juga akan membuka beberapa tol baru untuk melancarkan arus mudik, selain itu Kemenhub juga memasang cctv dibeberapa titik perjalanan dan dapat dipantau oleh para pemudik melalui handphone karena dapat di download melalui play store.

Persiapan matang dari Dinas terkait menjelang mudik lebaran 2016

Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pada mudik tahun ini Pemerintah selangkah lebih maju dalam memperhatikan persiapan mudik, langkah yang diambil yaitu dengan melakukan  beberapa persiapan yang sangat detail dan dilakukan secara matang dalam menyelenggarakan mudik lebaran. Diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan nyaman dan aman, selain itu semoga target dari Menteri Perhubungan Bapak Ignasius Jonan yaitu zero accident atau tanpa kecelakaan akan tercapai di mudik tahun ini di berbagai moda transportasi.

Selain mengecek seluruh moda transportasi, pemerintah juga harus segera menyelesaikan perampungan perbaikan jalan di beberapa daerah dan ruas jalan tol agar pada saat puncak arus mudik nanti tidak terjadi penumpukan kendaraan dan terhindar dari kecelakaan. Kemenhub juga meminta kepada kepala daerah baik Provinsi, Kota, dan Kabupaten untuk turut melakukan pengawasan sesuai dengan kewenangannya. Untuk mencapai target ini masyarakat juga harus mendukung kegiatan tersebut khususnya pada Perusahaan Bus-Bus yang perlu melakukan perbaikan agar dapat beroperasi dan supirnya pun harus dalam keadaan sehat sehingga penumpang menjadi aman dan nyaman.

Untuk yang menggunakan kendaraan pribadi harus benar-benar disiapkan baik kendaraannya maupun fisik yang harus dijaga karena akan menempuh perjalanan jauh. Dengan demikian, mudik akan berjalan dengan lancar, dan target zero accident akan tercapai.

  • Penulis : Anisa Karima
  • Editor   : Feri Widia Astuti (@Feriwidia_)
  • Media  : Diandra Putri Setiani (@Diandraptrs)


Lebih dekat dengan kami, kunjungi akun media social kami di

 Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *