Peran Motivasi Dalam Mengatasi Kejenuhan Berorganisasi

YUMMI #13
Yuk Membaca & Menulis!
PERAN MOTIVASI DALAM MENGATASI KEJENUHAN BERORGANISASI
Banyak mahasiswa yang termotivasi untuk mengikuti organisasi di kampus, karena organisasi dianggap sangat berpengaruh dalam kehidupan perkuliahan. Ya memang menurut sebagian orang yang aktif di kampus, organisasi itu sebetulnya sangat penting untuk kebaikan kita sebagai mahasiswa. Dan aspek utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi yaitu mental. Jika kita sudah punya mental untuk berlabuh pada sebuah organisasi, maka akan mudah bagi kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah itu barulah kita melaksanakan pembinaan dalam organisasi tersebut dengan baik.
Namun, seringkali kita merasakan pada masa-masa pertengahan di organisasi bahkan mungkin sebagian ada yang merasakan diawal atau diakhir, kita sebagai anggota dari organisasi merasakan kejenuhan. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Misalnya, tugas kuliah yang sedang menumpuk, tempo kerja organisasi yang begitu cepat, kegiatan yang itu-itu saja setiap hari, kegiatan organisasi yang tidak terlalu padat atau sebenarnya diri kita yang terlalu malas untuk menjalani kehidupan dan menjadikan kejenuhan sebagai kambing hitam. Kejenuhan dianggap sebagai hal negatif oleh sebagian orang. Padahal kalau kita mau melihat dari sudut pandang lain, kejenuhan merupakan sebuah tantangan yang wajar dan selalu dapat diatasi siapapun. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk  mengatasi kejenuhan dan setiap orang punya cara berbeda untuk berdamai dengan kejenuhan.
Berikut ada beberapa kiat-kiat yang bisa kamu jadikan pertimbangan untuk dapat mengatasi kejenuhan dalam organisasi.
1. INGAT AMANAH YANG TELAH DIBERIKAN
hal pertama yang bisa kamu lakukan ketika jenuh adalah berpikir ulang dan introspeksi diri. Berpikir apa saja penyebab yang membuat kita jenuh, kemudian juga mengingat-ingat masa-masa yang kita lalui beberapa bulan sebelumnya. Namun, hal paling utama adalah mengingat amanah yang telah diberikan kepada kita. Di dalam organisasi, kita pasti memiliki suatu peran atau tugas yang telah secara khusus diberikan kepada kita. Tentu hal tersebut tidak semata-mata diberikan tanpa alasan yang jelas, dan bersamaan dengan diberikannya tugas tersebut, secara tidak langsung kita juga diberikan kepercayaan serta diharapkan untuk melakukan sesuatu bagi organisasi kita. Dengan mengingat kembali amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kita, harapannya kita akan kembali termotivasi untuk melaksanakan tanggung jawab di organisasi tersebut karena tidak ingin mengecewakan orang orang yang memberikan keprcayaan kepada kita serta ingin menjaga amanah yang telah diberikan.
2.  INGAT TUJUAN AWAL
jika ternyata kita masih juga merasa jenuh, hal berikutnya yang bisa dilakukan adalah mengingat kembali mengapa awalnya kita ingin bergabung di organisasi tersebut. Mungkin masing-masing orang memiliki tujuan serta alasan yang berbeda-beda ketika memutuskan untuk mendaftar atau bergabung dalam suatu organisasi. Ada yang mungkin bergabung karena ingin berkontribusi, atau ingin meningkatkan kapasitas diri, dan lain sebagainya. Hal inilah yang kemudian sering terlupakan seiring berjalannya rutinitas organisasi. Oleh karena itu, ketika kita merasa jenuh, salah satu hal yang dapat membangkitkan semangat dengan mudah adalah tujuan awal kita masuk ke organisasi tersebut sehingga kita akan kembali berjuang untuk mencapai tujuan itu.
3. SAMPAIKAN RASA JENUH KEPADA PIMPINAN ATAU TEMAN DI ORGANISASI.
Ketika kita merasa jenuh, penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah suasana  organisasi yang kurang menyenangkan, atau beban tugas yang terlampau banyak. Hal ini dapat diatasi dengan mengkomunikasikan hal yang kita rasakan kepada pimpinan kita ataupun rekan-rekan di organisasi tersebut. Dengan berkomunikasi dan saling terbuka, orang-orang di sekeliling kita tidak akan bertanya-tanya tentang keadaan kita, bahkan dapat membantu mencarikan solusi atas permasalahan kita. Akan lebih baik lagi jika dalam komunikasi tersebut kita juga dapat memberikan saran untuk memperbaiki suasana di lingkungan organisasi untuk selanjutnya.
4. CARI AKTIVITAS LAIN ATAU KEBIASAAN YANG TIDAK BIASA
jika rasa jenuh tersebut datang dari diri sendiri akibat dari rutinitas yang terlalu monoton, kita bisa mengatasinya dengan mengubah rutinitas tersebut, atau sejenak menjauhkan diri dari rutinitas yang ada. Misalnya, melakukan aktivitas yang tidak biasa kita lakukan serta berbeda dengan rutinitas yang kita laksanakan di dalam organisasi. Dengan adanya hal-hal serta tantangan baru, biasanya diri kita akan lebih merasa tertantang dan motivasi akan kembali hadir. Selain itu, bisa saja kita meminta izin beberapa waktu kepada rekan di organisasi untuk sejenak menjauhkan diri dari rutinitas organisasi. Bepergian atau jalan-jalan ke tempat-tempat yang bisa menjernihkan pikiran, atau bahkan sekedar bersantai dengan orang-orang yang disayangi bisa menjadi pilihan untuk menyegarkan diri yang sedang dilanda kejenuhan.
Dapat kita lihat bahwa peran motivasi dalam organisasi mahasiswa sangat dibutuhkan. Selain kiat-kiat diatas, masih banyak hal-hal yang dapat memotivasi kita untuk kembali semangat dalam menjalankan aktivitas organisasi. Motivasi yang sesungguhnya itu berasal dari diri kita sendiri. Sebanyak apapun kalimat dan cerita motivasi tidak akan berfungsi jika pada diri kita masih terdapat sifat-sifat yang dapat menghambat kemajuan diri. Karena diri ini lah motivator terbaik yang mampu menggerakan dan menyadarkan diri kita sendiri untuk melakukan perubahan.
Kejenuhan adalah suatu tantangan yang harus kita hadapi. Dalam kehidupan ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.
Kita harus memotivasi diri untuk rela meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Perubahan pasti terjadi. So, lets keep moving forwards!
Ditulis oleh :
Gigih Aji Nurdito
Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *