Hati-hati, Kasus Penculikan Anak Dimana-mana!

IMG-20170404-WA0001

YUMMI  #2 

Yuk Membaca & Menulis!

 

 

Kamu punya adik?

Hati-hati ‼

Kasus penculikan ada dimana-mana~

 

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, tiap tahun kasus dugaan penculikan anak terus meningkat. Peningkatan kasus penculikan anak bisa dilihat dalam tiga tahun belakangan ini.

Ia melanjutkan, para pelaku jaringan penculikan juga memiliki tujuan berbeda. Ada yang diculik kemudian diadopsi secara ilegal. Yang kedua, menculik anak dengan alasan dendam sampai meminta uang tebusan. Yang ketiga yang cukup marak yaitu dipekerjakan secara paksa menjadi anak jalanan dan pengemis. Tak berhenti di situ, korban penculikan seringkali dijadikan pekerja seks komersial.

Ia menuturkan, kasus penculikan anak pun melonjak tajam pada 2016, yang mencapai 112 kasus. Dengan rincian, adopsi ilegal ada 32 kasus, dipekerjakan paksa 27 kasus, seksual komersial 24 kasus. Dan balas dendam atau meminta tebusan sebanyak 29 kasus.

“Untuk tahun 2017, dihitung dari bulan Januari hingga Maret terdapat 23 kasus penculikan, latar belakangnya yaitu adopsi ilegal 6 kasus, dipekerjakan secara paksa 9 kasus, seksual komersial 4 kasus dan balas dendam atau minta tebusan sebanyak 4 kasus,” tambah dia.

Arist pun berharap setiap orang tua dan warga selalu waspada dengan lingkungan. Pihaknya pun tak bisa membayangkan jika kasus dugaan penculikan yang berlatar belakang pencurian organ terjadi di Indonesia. Untuk itu ia meminta pihak kepolisian tidak terburu-buru menyatakan informasi yang beredar belakangan ini adalah hoax.

“Jadi orang tua diharapkan untuk terus waspada tapi juga tidak boleh menjadi paranoid dengan adanya kabar (penculikan anak dijual organnya) tersebut. Kalau langsung dianggap hoax, nanti mengundang orang yang punya niatan seperti (menjual organ) itu justru menjadi tenang,” beber dia.

Terkait hal tersebut, Komisi Nasional Perlindungan Anak merasa perlu untuk memberikan TIPS kepada orang tua untuk mencegah terjadinya penculikan.

Hal yang pertama harus dilakukan yaitu :

  1. Menanamkan sikap waspada sejak usia dini kepada anak-anak. Beri pemahaman kepada anak bahwa bahaya bisa saja terjadi di lingkungan sekitarnya.
  1. Selain itu, anak juga harus diajarkan untuk menghafal identitas diri. Seperti nama panjangnya, nama lengkap ayah ibu, hingga alamat rumahnya. Selain itu, ajarkan juga kepada anak agar dapat menghafal nomor telepon rumah, nomor telepon keluarga, dan juga anggota keluarga lainnya.
  1. Anak juga perlu diajarkan agar tidak langsung percaya kepada orang yang tak dikenal, yang mengaku suruhan ayah, ibu, atau keluarga lainnya.
  1. “Dalam lingkungan sekolah, ajarkan anak untuk selalu berangkat dan pulang bersama teman-temannya, jangan sampai sendirian,” ujar Arist.
  1. Orang tua juga diharapkan dapat membekali anak jika dalam kondisi darurat atau di bawah ancaman penculikan. “Anak harus diajarkan berteriak, menggigit, menendang, berlari sambil meminta pertolongan dalam keadaan bahaya,” kata Arist.
  1. Orang tua juga harus sebisa mungkin mendampingi anak ke mana pun pergi. Jika memang tidak bisa, orang tua harus melimpahkan tugas itu kepada orang-orang yang benar-benar dipercaya, dengan tetap meningkatkan kewaspadaan.
  1. Selain itu, orang tua juga harus mengajarkan keterbukaan kepada anak. Ajak anak untuk dapat menceritakan bagaimana lingkungan sekolahnya, atau pun bagaimana kondisi tempat ia bermain.
  1. Orang tua juga harus menjalin komunikasi dengan tempat sekolah anak. Hal ini untuk menghindari penculik menjalankan aksinya dengan berpura-pura menjemput anak.

“Jangan biarkan anak-anak lepas dari kontrol orang tua. Itu yang paling penting,” ujarnya.

  1. Jika menemukan orang yang dianggap mencurigakan, segera laporkan ke otoritas yang berwajib, seperti kepolisian, RT, RW atau lainnya. Jangan main hakim sendiri.
  1. Terakhir, orang tua diharuskan untuk selalu waspada dan mengawasi orang-orang yang berasa di sekeliling anak. Seperti pedagang keliling, pengemis atau orang lainnya yang tak dikenal.

 

Oleh karena itu, mari kita lebih berhati-hati dalam menjaga anggota keluarga terutama anak-anak. Dikarenakan maraknya kasus penculikan dimana-mana membuat semua orang tua resah dan terus selalu waspada untuk mejaga serta mengawasi anak-anak atau adik-adik kita.

 

Ditulis oleh :

Sukma Andika Rahmayanti

 

Sumber :

– liputan6.com

– m.viva.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *