CATATAN SIMPUL BANGSA #7


Rabu (30/08/17) Departemen Sosial dan Politik BEM FE UNJ telah melaksanakan Simpul Bangsa #7. Diskusi kembali berlangsung secara online, dimana peserta menggunakan sebuah link terbuka untuk bergabung ke dalam satu grup aplikasi media sosial. Mengangkat tema “Langkah Solutif Entaskan Kemiskinan dengan Membangun Indonesia dari Desa”, kami menghadirkan Saudari Fariliyn Danisya, S.T yang merupakan Founder GEN Green & Energy Nusantara Foundation sebagai Narasumber.

Diskusi dimulai pukul 20:00 WIB dan berakhir pada 22:30 WIB. Di dalamnya terdapat pembagian sesi, yaitu pembukaan, pembahasan, dan tanya-jawab . Dalam sesi tanya-jawab, haanya berlangsung satu termin yang di dalamnta terdapat 3 (tiga) bua pertanyaa. Setelah itu ditutup dengan closing statement dan disusul dengan pemberian sertifikat oleh Saudara Ariq Fauzan Hakim selaku Ketua BEM FE UNJ 2017.

Dipandu oleh Umma Sa’idah selaku moderator, diskusi yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat desa ini berjalan dengan lancar. Dalam pemaparannya, Mbak Yiyin sebagai narasumber mengemukakan bahwasanya berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2016, terdapat 27,77 juta penduduk Indonesia masuk dalam golongan prasejahtera atau miskin. Pun dalam Islam, termasuk kedalam golongan mustahik, dikenal juga istilah mustahik, orang-orang yang berhak menerima zakat.
Selain itu, masih berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statsitik), di tahun 2016 persentase pengusaha di Indonesia meningkat dari 1,6% jadi 3,1%. Dari 272 juta penduduk Indonesia, baru 7,8 juta wirausaha non-pertanian. Ditemukan bahwa terdapat korelasi antara kemiskinan dengan data pengusaha di Indonesia. Dimana kenaikan jumlah pengusaha yang tidak terlalu signifikan, mengindikasikan sedikitnya lahan pekerjaan yang dapat mengurangi angka pengangguran dan berdampak pada kemiskinan.

Mbak Yiyin melanjutkan, bahwa pemerintah melalu BAZNAS (Badan Aamil Zakat Nasional), telah mengupayakan berbagai cara untuk mengentaskan kemiskinan dan mengangkat kesejahteraan masyarakat pedesaan. Salah satunya adalah melalui program yang bernama Zakat Community Development (ZCD). Program ZCD BAZNAS ini, bekerja melalui pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas dengan menggunakan dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah). Mbak Yiyin percaya bahwa zakat merupakan salah satu solusi terbaik untuk mengentaskan kemiskinan di pedesaan. Dimana hal tersebut juga merupakan beban yang ditanggung BAZNAS sebagai institusi, untuk mengentaskan 1% kemiskinan di Indonesia.

Memasuki sesi tanya-jawab, terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta kepada narasumber. Salah satunya adalah mengenai tindakan preventif yang harus dilakukan dalam mengawasi dana pembangunan desa yang dalam APBN dianggarkan sebanyak 60 Triliun agar tidak diselewengkan. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Mbak Yiyin dengan lugas. Menurut Mbak Yiyin, dalam hal penyaluran dana desa, upaya yang dilakukan pemerintah sudah benar, yaitu dengan merekrut tenaga ahli, pendamping desa dan pendamping lokal desa bagi para kepala desa dalam menjalankan amanat penyaluran dana desa.

Lebih lanjut, menurut Mbak Yiyin, untuk tindakan preventif penyalahan wewenang sangat memerlukan kerjasama dengan pihak penegak hukum. Contohnya di daerah Bangka Induk, penyaluran dana desa berkoordinasi dengan kejaksaan. Mbak Yiyin menambahkan, sebagai mahasiswa kita bisa memulai dengan membentuk komunitas-komunitas kecil di lingkungan untuk mengentaskan kemiskinan secara bertahap. “Jadilah penggerak, karena energi positif itu menular. Ketika kita menjadi penggerak, maka kita bisa memberdayakan masyarakat di sekitar kita.” Ucap Mbak Yiyin ddisela menjawab pertanyaan.

Diakhir diskusi, Mbak Yiyin memberikan closing statement yang ditujukan kepada seluruh generasi muda Indonesia agar tidak ragu untuk mulai bergerak dan berkomunitas. Generasi muda harus yakin bahwa setiap kebaikan akan kembali menjadi kebaikan pula.

“Hal jazaa ul ihsaani ilal ihsan.
In ahsantum ahsantum li anfusikum, wa in asaktum falaha
Sesungguhnya kebaikan itu akan menghasilkan kebaikan pula
Indonesia membutuhkan kita teman-teman”
Apapun potensi yang kita miliki, mulailah untuk gali dan manfaatkan potensi tersebut untuk melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat di sekitar kita dan yang terpenting, generasi muda sebagai penggerak harus mau berdekatan dengan desa.. Karena desa-desa adalah bagian “nano” yg penting dalam membangun Indonesia.

Waktu sudah menunjukkan pukul 22:30 WIB. Moderator mempersilahkan Saudara Ariq Fauzan Hakim selaku Ketua BEM FE UNJ untuk menyerahkan apresiasi berupa sertifikat penghargaan. Dengan penyerahan sertifikat tersebut, maka usailah sudah seluruh rangkaian acara yang menutup rangkaian Simpul Bangsa #7.

Terima kasih sudah mengikuti rangkaian diskusi sampai akhir, semoga apa yang diharapkan sebelum mengikuti diskusi ini dapat tercapai.

Sampai bertemu di Simpul Bangsa selanjutnya!
#Akar Perjuangan
#BergerakwalauTergantikan
#HidupMahasiswa
#HidupRakyat Indonesia

BEM FE UNJ 2017

Kabinet Harmoni Perubahan

#HarmoniUntukNegeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *