CATATAN SIMPUL BANGSA #2

Berbicara mengenai pendidikan, nyatanya ia dapat menghasilkan sebuah peradaban. Maka dari itu, kualitas sebuah bangsa dapat diukur melalui tingkat pendidikan masyarakatnya.

Pada Selasa, 18 April 2017 telah dilaksanakan Simpul Bangsa (Silaturrahim Mahasiswa Peduli Bangsa) kedua. Kali ini Pandawa FE UNJ mendapat kesempatan yang baik untuk menggarap sebuah tema “Menguak masalah Pendidikan Indonesia, bagaimana solusinya?” bersama Departemen Sosial dan Politik BEM FE UNJ.

Simpul Bangsa #2 berlangsung di Gedung N Ruang 111, Kampus A UNJ. Kali ini kami menghadirkan pembicara spesial, yaitu Ka Solehudin selaku Kepala Departemen Pendidikan BEM UNJ Periode 2017. Tepat Pukul 16:15 WIB, acara dibuka oleh Irfan Nasri dan Rizqi Amalia selaku MC. Kemudian dilanjut dengan serangkaian sambutan dari Fiko Alfiantoro selaku Komandan Pandawa dan Muhammad Ariq Fauzan Hakim selaku Ketua BEM FE UNJ Periode 2017.

Masuklah ke dalam agenda inti. Febri Zainal mulai memandu jalannya Simpul Bangsa #2. Mengawali pembahasan, Ka Soleh memaparkan garis besar kondisi pendidikan di Indonesia saat ini.Perlu diketahui, ternyata di tahun 2016 tingkat anak SD yang putus sekolah tidak sampai 1 dari 100. Namun angka tersebut membesar pada jenjang SMA, yakni menjadi 20 orang Anak yang putus sekolah. Hal tersebut menandakan bahwa ternyata semakin tinggi tingkat atau jenjang pendidikan, maka semakin besar juga kemungkinan seorang anak putus sekolah. Ditelisik kembali, ternyata penyebabnya adalah biaya.

Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), perbandingan jumlah SMA Negeri dengan SMA Swasta sebesar 38,17% : 61,83%. Di Indonesia, penentuan kelulusan seorang siswa memang sudah tidak didasarkan kepada UN (Ujian Nasional) lagi. Namun setiap sekolah berhak menentukan kelulusan bagi siswa maupun siswinya. Lebih modern, saat ini bahkan sudah banyak sekolah yang menyelenggarakan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Tapi ternyata dibalik kedok modernisasi tersebut tetap masih banyak permasalahan yang terjadi.

Berbagai permasalahan dalam pelaksanan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) ditemukan dalam bentuk keterbatasan fasilitas, kebocoran soal, adanya pungutan liar, bahkan sampai pada adanya intimidasi kepada peserta didik.

Seusai menyelesaikan pembahasan dan sesi diskusi, akhirnya Simpul Bangsa #2 selesai. Berharap agar ada solusi nyata yang dapat memperbaiki sistem pendidikan, khususnya pada tingkat dasar sampai menengah, doa bersama pun dipanjatkan. Simpul Bangsa #2 ditutup dengan khidmat oleh pembawa acara.

Nantikan Simpul Bangsa Selanjutnya!

 

#BergerakwalauTergantikan

#AkarPerjuangan

#HidupMahasiswa

#HidupRakyatIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *