Asyiknya Berinvestasi Emas!

Yummi 5

YUMMI #5

Yuk Membaca & Menulis

 

ASYIKNYA BERINVESTASI EMAS

Emas merupakan salah satu bahan mineral tambang yang tidak dapat diciptakan tetapi didapat dari hasil penambangan, sehingga keberadaan emas terbatas. Emas banyak digunakan untuk mengendalikan defisit keadaaan ekonomi suatu negara. Emas berpengaruh terhadap nilai tukar (kurs). Emas juga digunakan sebagai standar keuangan atau ekonomi, cadangan devisa dan alat pembayaran yang paling utama di beberapa negara.

Berinvestasi emas merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan selain menabung. Jika hanya mengandalkan tabungan, dengan kenaikan harga barang-barang pokok tiap tahun, tidak akan cukup.

Mengapa emas? Inilah alasannya :

  1. Nilai emas yang cenderung stabil & dianggap kebal inflasi (zero inflation effect).

Semakin tinggi laju inflasi berpengaruh pada semakin tingginya harga emas. Menurut data statistik bila tingkat inflasi 10%, maka harga emas akan naik 13% dan apabila inflasi 20% maka harga emas akan naik 30%.  Jika di Indonesia rata-rata inflasi 6%/th maka dapat dipastikan harga emas 5 tahun mendatang setidaknya naik lebih dari 50% dari harga saat ini.

  1. Likuiditas yang mudah.

Emas sangat mudah untuk diperjual-belikan sehingga pemiliknya tidak perlu khawatir untuk memilikinya.

  1. Permintaan yang tak terbatas.

Emas dibutuhkan tidak hanya oleh perorangan, namun juga negara di seluruh dunia. Beberapa bank sentral seperti China atau India bahkan terkenal pemborong emas. Permintaan yang tak terbatas ini yang membuat harga emas semakin hari semakin naik. Logam yang satu ini akan tetap diminati orang sepanjang sejarah. Jadi, apa yang perlu dikhawatirkan ?

  1. Tahan lama.

Emas tahan terhadap segala kondisi cuaca, anti karat, asam, air bahkan api.

  1. Tidak mengalami penyusutan nilai.

Nilai emas untuk jangka pendek berfluktuasi namun sejak 7 tahun terakhir dan nilainya terus naik lebih dari 260%.

Meski demikian, kemungkinan harga emas naik atau turun juga patut diantisipasi. Bila tidak jeli mengamati situasi, Anda pun tetap bisa rugi. Jadi, apa saja faktor yang memengaruhi harga emas naik atau turun? Bagaimana cara kita mengamati dan mengatasinya?

  1. Nilai tukar US Dollar

Secara umum, korelasi negatif tercipta dari hubungan nilai tukar US Dollar dengan harga emas yang sedang berlaku saat itu. Bila dolar Amerika sedang melemah, harga emas akan naik. Namun bila dolar Amerika menguat, harga emas jadi turun.

Saran: rajin-rajinlah mengamati berita perkembangan ekonomi dunia. Jika ada pertanda resesi global, simpanlah barang sebatang-dua batang emas di brankas berkombinasi untuk berjaga-jaga.

  1. Jumlah produksi emas di dunia

Semakin susahnya emas ditambang, maka harga emas di pasaran akan naik karena kelangkaan stok emas. Apalagi bila permintaan akan emas malah semakin meningkat, sehingga penambang harus menggali semakin dalam.

Saran: selain emas, Anda juga bisa berinvestasi dalam bentuk lain. Misalnya berinvestasi perak, asuransi, mata uang dinar atau dirham. Bila dana sudah melimpah, boleh juga mencoba berinvestasi properti. Nilai properti pasti selalu naik dari tahun ke tahun.

  1. Kenaikan permintaan dari industri perhiasan di dunia

Ini masih berhubungan dengan faktor nomor dua. Misalnya, 54 persen permintaan emas berasal dari industri perhiasan di dunia, seperti yang terdapat di India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Sementara itu, 12 persennya berasal dari industri peralatan medis dan elektronik. Fakta ini dilansir oleh World Gold Council dan The London Bullion Market Association. Tidak heran bila harga emas naik.

Saran: sebaiknya tidak membeli emas dalam bentuk perhiasan. Karena jika suatu saat Anda ingin menjualnya, perhiasan yang dilebur kembali malah membuat harga emas turun.

  1. Beberapa bank sentral dunia memonopoli pembelian emas

Beberapa bank sentral di dunia, seperti: The Federal Reserve System (di Amerika Serikat), Bundesbank (di Jerman), dan European Central Bank (ECB) telah melakukannya. Tidak hanya uang kertas, mereka juga telah lama memonopoli pembelian emas. Jangan heran bila harga emas semakin naik dan emas semakin langka. Karena sudah lama ‘colong start’, cadangan emas mereka pun lebih banyak. Hal ini juga dilansir oleh World Gold Council.

Saran: beberapa saran yang sudah disebutkan di tiga faktor sebelumnya juga berlaku untuk faktor ini.

  1. Isu politik seperti resesi global, perselisihan antar negara, atau perang

Salah satunya adalah isu Brexit (keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa akibat hasil jajak pendapat terakhir yang terkait dengan Uni Eropa pada Juni 2016). Akibatnya, para investor diserang panik dan mulai memborong emas dalam jumlah besar.

Saran: jangan mudah panik dan pastikan Anda tidak sekadar ikut-ikutan membeli emas tanpa tahu cara menginvestasikannya. Investasi emas memang terlihat gampang-gampang susah, pastikan Anda mengetahui seluk beluk investasi emas sebelum benar-benar terjun melakukannya.

Nah, sudah mengetahui tips and trik dalam berinvestasi emas kan?

Yuk kita lihat bagaimanakah keadaan harga emas hari ini?

Ternyata hari ini harga emas sedang melonjak, Harga emas dipengaruhi sejumlah sentiment seperti ketika AS yang melakukan serangan ke Suriah, Sentimen tersebut mendukung kenaikan harga emas. “Risiko geopolitik dalam beberapa tahun terakhir tidak mempengaruhi harga emas. Namun kali ini berbeda di bawah pemerintahan presiden AS Donald Trump,” ujar Chintan Karnani, Analis Insignia Consultans, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Rabu (12/4/2017). Ia menuturkan, kebijakan Trump baik pasti atau tidak mendukung harga emas. AS menyerang Suriah secara mengejutkan, dan mendorong kontroversi hubungan antara Rusia dan pemerintahan di bawah Trump. Harga emas menguat setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan rudal terhadap rezim Bashar Al-Assad di Suriah. Sekretaris Negara AS, Rex Tillerson menyatakan AS mengambil sejumlah langkah untuk melawan pemimpin Suriah lantaran menyerang warga sipil dengan gas kimia. Mengutip Bloomberg, Jumat (7/4) harga emas kontrak pengiriman segera naik 1,4% ke level US$ 1.269,46 per ons troi atau tertinggi sejak November 2016 sebelum bertengger di US$ 1.263,79 pada pukul 14.49 waktu Singapura. Emas menunjukkan kenaikan di minggu keempat dan telah melonjak 10% sepanjang tahun ini. Tidak hanya itu, lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar juga mempengaruhi kenaikan harga emas.

Naah apa sih dampaknya?? Dampak yang dihasilkan dari kejadian kenaikan harga emas memang menguntungkan bagi pedagang emas karena membawa keuntungan. Saat ini harga jual emas naik sekitar 10 persen. Dari Rp 500.000 per gram menjadi Rp 600.000 per gram. Tetapi disisi lain dengan adanya kenaikan harga emas ini membuat permintaan emas masyarakat menurun.

Menurut Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk hari selasa 11 April 2017 pun merangkak naik. Mengutip informasi dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam masih berada di level Rp 591.000. Posisi harga itu naik Rp 1.000 dari harga Senin. Begitu pula dengan harga rata-rata satu gram emas untuk pecahan 500 gram ikut naik dan dibanderol seharga Rp 551.600 per gram. Namun, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam hari ini turun Rp 1.000 menjadi Rp 530.000 per gram.

Berikut adalah daftar harga emas batangan milik Antam dalam pecahan lainnya per hari ini:

1 gram : Rp 591.000

5 gram : Rp 2.810.000

10 gram : Rp 5.570.000

25 gram : Rp 13.850.000

50 gram : Rp 27.650.000

100 gram : Rp 55.250.000

250 gram : Rp 138.000.000

500 gram : Rp 275.800.000

Sudah tertarik untuk berinvestasi emas?

Intinya adalah berinvestasi yang menguntungkan yaitu dengan membeli emas, namun sebelum membeli untuk berinvestasi kita harus paham dengan apa yang harus dilakukan terutama harus memperhatikan harga emas saat pembelian.

 

Ditulis oleh :

Septiyani

 

Sumber :

– liputan6.com

– beritasatu.com

– kontan.co.id

– viva.co.id

– pintarinvestasi.blogspot.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *